14
Jul
09

Kalla Serahkan Posisi Golkar ke Pengurus Baru

Golkar Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengaku tidak bisa menentukan apakah Partai Golkar akan menjadi oposisi atau tidak. Semua diserahkan pada kepengurusan baru.

Dalam rapat yang berlangsung tertutup sekitar tiga jam itu disepakati beberapa hal. Setelah rapat pengurus harian, pengurus pusat akan menggelar rapat pleno Rabu (15/7) mendatang.

Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla, menyatakan sampai tanggal 20 Oktober, Golkar adalah partai pemerintah. Setelah itu, posisi Golkar ditentukan pengurus baru. "Saya tidak bisa menentukan oposisi atau tidak. Saya tidak bisa menyarankan karena dalam sistem Golkar tidak ada saran. Yang ada keputusan, itu urusan pengurus baru," kata Kalla usai rapat harian di posko Slipi 2 di Jalan Ki Mangunsarkoro nomor 2, Senin malam (13/7).

Golkar akan mengikuti tahapan pemilihan presiden sesuai yang ditetapkan Komisi Pemilihan U. Golkar, kata dia, menunggu hasil KPU dan mengumpulkan data dugaan kecurangan yang ada. Selain itu, Golkar akan menempuh jalur hukum. "Saya minta daerah kumpulkan data bila diduga terjadi kecurangan. Maka ada rapat konsultasi untuk terima laporan daerah," katanya.

Validasi temuan kecurangan atau bukti akan dilakukan pada rapat konsultasi pada tanggal 20 Juli mendatang. "Kalau ada bukti kuat, kami gunakan jalur hukum. Supaya tidak terjadi lagi pada pemilu berikutnya," katanya.

Dia berpendapat musyawarah nasional tetap mengikuti aturan organisasi. Artinya, musyawarah nasional ditetapkan melalui rapat pimpinan nasional. Munas, kami akan ikuti aturan. "Rapimnas bulan Agustus untuk tetapkan tanggal, waktu, dan cara. Sudah mengkaji tempat-tempat," ujarnya.

Dia menegaskan perubahan jadwal munas tergantung rapimnas 11 Agustus mendatang. Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, mengatakan kemungkinan besar munas digelar sebelum 1 Oktober mendatang. Agenda munas adalah evaluasi kinerja pengurus dan pergantian pengurus. 

Kalla membantah rapat berjalan alot. "Biasa, kalau alot sampai subuh," katanya disertai senyum.

Priyo Budi Santoso enggan menyatakan terjadi perbedaan pendapat antara Kalla dan Agung soal posisi Golkar. Namun, dia mengakui sejumlah usulan dilontarkan pengurus harian dalam rapat itu. "Termasuk saya juga menyarankan untuk berkoalisi. Dengan catatan setara dan gayung bersambut. Itu tergantung rapimnas," kata Priyo. Menurut dia, rapat pimpinan akan digelar sekitar 12-13 Agustus.

Rapimnas Partai Golkar sebelumnya telah memutuskan Munas Golkar akan dilaksanakan Desember mendatang, yang harus didahului Musda DPD II medio Agustus-September, dan Musda DPD I medio Oktober-November. 

Rapat harian DPP Golkar yang dipimpin Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla Senin malam dihadiri 28 dari 35 pengurus harian DPP Golkar. Pengurus yang hadir adalah ketua umum, wakil ketua umum, ketua-ketua, sekretaris jenderal dan wakilnya, serta bendahara dan wakilnya.  (Tempo Interaktif)

 


0 Responses to “Kalla Serahkan Posisi Golkar ke Pengurus Baru”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: